Usaha Pelatihan Kerja
Berwawasan Ekonomi Hijau

hutan terapi

Pelatihan berwawasan ekonomi hijau merupakan suatu kegiatan ekonomi yang berwawasan lingkungan, melibatkan masyarakat setempat, dan membawa keuntungan dan kesejahteraan.

LPTM adalah suatu usaha pelatihan kerja terutama dalam pelatihan di bidang teknik pengoperasian alat berat bagi siapa saja yang ingin memiliki keterampilan kerja bersertifikat sehingga siap untuk memasuki dunia kerja.

Salah satu dari empat lokasi pelatihan LPTM, yatu lokasi pelatihan LPTM di Gowa merupakan lokasi pelatihan yang berwawasan ekonomi hijau (Green Economy).

Dimana tiga kerangka ekonomi hijau diterapkan dalam lokasi pelatihan LPTM tersebut.

Dalam aspek lingkungan, lokasi pelatihan di Gowa dirancang dengan penanaman pohon Bitti (Vitex Cofassus) sebanyak 5.000 tegakan, bambu sebanyak 1.000 pohon, serta aren genjah sebanyak 500 pohon yang berfungsi sebagai penyekat debu, suara, getaran, sekaligus bahan baku pupuk organik.

Reuse

Penggunaan gelas plastik bekas minum peserta dijadikan sebagai wadah untuk pembibitan

Bambu

Penanaman pohon bambu di sekitar lokasi pelatihan

Pohon Bitti

Penanaman 5.000 pohon Bitti di sekitar lokasi pelatihan

Selain itu, praktik pengurangan penggunaan plastik turut diterapkan melalui konsep reuse dengan memanfaatkan gelas plastik bekas minum peserta sebagai wadah pembibitan, serta reduce dengan menekan pemakaian plastik sekali pakai di lokasi pelatihan. Sampah organik dipilah untuk dikomposkan, sementara air hujan dimanfaatkan melalui pembuatan sumur resapan dan lubang biopori.

Tidak hanya dalam aspek infrastruktur, prinsip ekonomi hijau juga dimasukkan dalam kurikulum pelatihan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis tetapi juga kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai tambahan, pelatihan instalasi tenaga surya serta penggunaan listrik tenaga surya di siang hari telah diinisiasi untuk mendukung kemandirian energi ramah lingkungan.

Dari sisi pemberdayaan masyarakat, LPTM membuka peluang kemitraan dengan warga sekitar sebagai penyedia kamar kost, warung makan, hingga kebutuhan penunjang lainnya. LPTM juga memotori pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) “Pakoko Assamaturu” di Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, dengan jumlah anggota 39 orang.

Kelompok Tani Hutan

Rapat pertama pembentukan KTH Pakoko Assamaturu

Akomodasi Penginapan

Pembangunan kost untuk peserta pelatihan

Warung Makan

Penyediaan warung makan untuk peserta pelatihan

KTH yang dipimpin oleh Bapak Haeruddin ini telah resmi terdaftar dengan Nomor Registrasi 73/06/02/2007/KTH.288/2025 pada 10 Juni 2025 dan mendapat dukungan dari KPH Je’neberang berupa bantuan bibit Jabon Merah, Alpukat Okulasi, Durian Musangking, dan Pala. Kehadiran KTH menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengelola hutan rakyat, mendukung penghijauan, serta memanfaatkan hasil hutan secara berkelanjutan.

Keuntungan dari program pelatihan berwawasan ekonomi hijau tidak hanya dirasakan oleh peserta, melainkan juga masyarakat sekitar. Peserta pelatihan memperoleh modal keterampilan teknis yang mempermudah mereka memasuki dunia kerja dan meraih penghasilan. LPTM membuka lapangan kerja baru, baik bagi tenaga pelatih maupun karyawan LPTM.

excavator

Pelatihan Operator Alat Berat Excavator

welding

Pelatihan teknik las

Solar Panel

Pelatihan listrik tenaga surya

Sementara itu, masyarakat sekitar memperoleh manfaat ekonomi melalui peluang usaha seperti penyediaan akomodasi dan konsumsi. Pemilik perusahaan juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kiprahnya dalam ekosistem usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Selain penyelenggaraan pelatihan, LPTM juga menyediakan jasa nasehat ekonomi hijau bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten yang ingin mengembangkan kawasan berbasis ekonomi hijau, baik pada wilayah daerah, kawasan industri, maupun perumahan. Ke depan, LPTM berencana menambah jenis pelatihannya dengan fokus pada Wawasan Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, yang ditujukan bagi ASN, pihak swasta, pencari kerja, maupun masyarakat umum.

Mengingat masa depan pembangunan akan menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang memahami prinsip ekonomi hijau, pelatihan ini diyakini akan menjadi bekal penting dalam menyongsong era pembangunan yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan menyejahterakan.